Editorial Policies

Focus and Scope

Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer adalah Jurnal Ilmiah bidang Komputer yang diterbitkan secara periodik dua nomor dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Redaksi Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer menerima Artikel hasil penelitian atau atau artikel konseptual  bidang Komputer, yang meliputi:

  • Computer Network and Security
  • Telecommunication Network
  • Cloud & Grid Computing
  • Database Security
  • Cryptography
  • Computer Vision
  • Computer Graphic
  • Image Processing
  • Microcontroller
  • IoT
  • Soft Computing
  • Bidang Komputasi Lainnya

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Mekanisme Review

Dalam proses review, Jurnal PROGRESIF melibatkan penulis, editor, section editor, dan reviewer. Setiap naskah yang masuk terlebih dahulu diperiksa oleh editor. Jika artikel memenuhi focus and scope serta pedoman penulisan jurnal PROGRESIF, maka naskah dilanjutkan ke reviewer untuk direview konten dan kebaruan naskah tersebut. Jika tidak maka naskah akan dikembalikan ke penulis.  Setiap naskah akan diperiksa oleh maksimal dua reviewer selama 6 minggu dengan kriteria penilaian naskah sebagaimana tersebut pada Pedoman Penilaian Artikel untuk Reviewer.

Keputusan diterima atau tidaknya suatu naskah artikel dibuat oleh Ketua Penyunting dalam forum Sidang Dewan Penyunting berdasarkan atas rekomendasi atau komentar-komentar dari Mitra Bebestari (Reviewer).

Screening Plagiarism

Artikel yang akan dipublikasikan pada Jurnal PROGRESIF akan melalui proses pengecekan plagiasi menggunakan Aplikasi iThenticate atau sejenisnya, dengan prosentase kemiripan tidak lebih dari 15%.

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

 

Editorial Team

Editor In Chief

Bahar, S.T., M. Kom.    (STMIK Banjarbaru). GoogleSch, Scopus ID: 57214138720

bahararahman@gmail.com

WA. 0878 5383 5749

Editors

  1. Muhammad Zohri, M.Sc. (STMIK Mataram)
  2. Jamaludin Hakim, M.Kom. (Universitas Yapis Papua)
  3. Hugo Aprilianto, M.Kom. (STMIK Banjarbaru)
  4. Paula Dewanti., M.Kom.  (STMIK STIKOM Bali)
  5. Ir. Yulia Yudihartanti, M.Kom. (STMIK Banjarbaru)
  6. Fitro Nur Hakim, M.Kom. (STMIK Pro Visi Semarang)
  7. Budi Rahmani, S.Pd., M.Kom. (STMIK Banjarbaru) 

 

Reviewers

  1. Andita Suci Pratiwi, S.Kom., M.Sc. (STMIK Banjarbaru)
  2. Nugroho Agung Prabowo, S.T., M.Kom. (Universitas Muhammadiyah Malang)
  3. Dahlan Abdullah, M.Kom., IPM  (Universitas Malikussaleh Aceh)
  4. Husni Faqih, M.Kom. (Universitas Bina Sarana Informatika)
  5. Syahib Natarsyah, M.Kom. (STMIK Banjarbaru)
  6. Bambang Eka Purnama, M.Kom. (Universitas Bina Sarana Informatika)

 

Publication Ethics

Etika Pengelola Jurnal

  1. Pengambilan keputusan; pengelola jurnal/dewan redaksi harus menjabarkan misi dan tujuan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan penetapan kebijakan dan keputusan penerbitan jurnal tanpa adanya kepentingan tertentu.
  2. Kebebasan; pengelola jurnal harus memberikan kebebasan kepara reviewer dan editor untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman serta menghargai privasi penulis.
  3. Jaminan dan promosi; pengelola jurnal harus menjamin dan melindungi hak kekayaan intelektual (hak cipta). Selain itu, pengelola jurnal harus mempublikasikan dan mempromosikan hasil terbitan ke masyarakat dengan memberikan jaminan kemanfaatan dalam penggunaan naskah.
  4. Pengungkapan konflik kepentingan; pengelola jurnal harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman. 

Etika Penulis

  1. Pelaporan; penulis harus memberikan informasi tentang proses dan hasil penelitiannya kepada redaksi secara jujur, jelas, dan menyeluruh, serta tetap menyimpan data penelitiannya dengan baik dan aman.
  2. Orisinalitas dan plagiarisme; penulis harus memastikan bahwa naskah yang telah dikirim/diserahkan ke redaksi adalah naskah asli, ditulis oleh dirinya sendiri, bersumber dari ide dan gagasan sendiri, dan bukan menjiplak karya tulis atau ide/gagasan orang lain.  Penulis dilarang keras untuk mengalih-nama-kan sumber referensi yang dikutip ke nama orang lain.
  3. Pengulangan pengiriman; penulis harus menginformasikan bahwa naskah yang dikirim/diserahkan ke redaksi adalah naskah yang belum pernah dikirimkan/diserahkan ke penerbit jurnal/publikasi lain. Apabila ditemukan adanya “redudansi” pengiriman naskah ke penerbit lain, maka redaksi akan menolak naskah yang dikirimkan penulis.
  4. Status penulis; penulis harus menginformasikan ke redaksi bahwa penulis memiliki kompetensi atau kualifikasi dalam bidang kepakaran tertentu yang sesuai dengan bidang ilmu terbitan, yaitu kepustakawanan. Penulis yang mengirimkan naskah ke redaksi adalah penulis pertama (co-author) sehingga jika ditemukan masalah dalam proses penerbitan naskah dapat segera dituntaskan.
  5. Kesalahan penulisan naskah; penulis harus segera menginformasikan ke redaksi apabila ditemukan kesalahan dalam penulisan naskah, baik hasil review maupun hasil edit. Kesalahan penulisan tersebut mencakup penulisan nama, afiliasi/instansi, kutipan, serta tulisan lain yang dapat mengurangi makna dan susbtansi naskah. Jika hal itu terjadi, penulis harus segera mengusulkan perbaikan naskah.
  6. Pengungkapan konflik kepentingan; penulis harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga naskah dapat diproses secara lancar dan aman.

Etika Editor

Keputusan publikasi; editor harus memastikan proses penelaahan naskah secara menyeluruh, transparan, objektif, adil, dan bijaksana. Hal tersebut menjadi dasar editor dalam mengambil keputusan terhadap suatu naskah, ditolak atau diterima. Dalam hal ini, dewan editor berperan sebagai tim seleksi naskah.

  1. Informasi publikasi; editor harus memastikan bahwa panduan penulisan naskah bagi penulis dan pihak lain yang berkepentingan dapat diakses dan dibaca secara jelas, baik versi cetak maupun elektronik.
  2. Pembagian naskah peer-review; editor harus memastikan reviewer dan bahan naskah untuk review, serta menginformasikan ketentuan dan proses review naskah secara jelas ke reviewer.
  3. Objektivitas dan netralitas; editor harus objektif, netral, dan jujur dalam mengedit naskah, tanpa membedakan jenis kelamin, sisi bisnis, suku, agama, ras, antar-golongan, dan kewarganegaraan penulis.
  4. Kerahasiaan; editor harus menjaga setiap informasi dengan baik, khususnya yang terkait dengan privasi penulis dan distribusi naskahnya.
  5. Pengungkapan konflik kepentingan; editor harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman. 

Etika Reviewer

  1. Objektivitas dan netralitas; reviewer harus jujur, objektif, tidak bias, independen, dan hanya berpihak pada kebenaran ilmiah. Proses penelaahan naskah dilakukan secara profesional tanpa membedakan jenis kelamin, sisi bisnis, suku, agama, ras, antar-golongan, dan kewarganegaraan penulis.
  2. Kejelasan sumber referensi; reviewer harus memastikan bahwa sumber referensi/kutipan naskah telah sesuai dan kredibel (dapat dipertanggungjawabkan). Jika ditemukan kesalahan atau penyimpangan dalam penulisan sumber referensi/kutipan, reviewer harus segera menginformasikan ke redaksi untuk dilakukan perbaikan oleh penulis sesuai catatan dari reviewer. 
  3. Efektivitas peer-review; reviewer harus merespon naskah yang telah dikirim oleh redaksi dan bekerja sesuai dengan waktu penelaahan naskah (peer-review) yang telah ditetapkan (maksimal 6 minggu). Apabila membutuhkan waktu tambahan dalam review naskah harus segera melaporkan (konfirmasi) ke sekretariat redaksi.
  4. Pengungkapan konflik kepentingan; reviewer harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman.